Kamis, 13 Februari 2020

Anak Ekonomi







KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang maha  pengasih dan pemurah, karena telah melimpakan rahmat, karunia-Nya serta kemudahan sehingga kelompok kami dapat menyusun makalah ini dan terselesaikan, walaupun dalam bentuk dan isi yang sederhana. Shalawat serta salam semoga terlimpah kepada bagina tercinta yaitu Nabi Muhamma SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhir nanti.
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam bentuk tugas yang diberikan oleh dosen dalam mata kuliah Pengembangan Sumber Daya Manusia. Tentu makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat diharapkan demi perbaikan pada makalah selanjutnya. Harapan kelompok kami semoga makalah ini bermanfaat.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kekurangan di dalamnya. Untuk itu penuis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk makalah ini agar menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Demikianlah dan Terimakasih
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Medan, 07 Februari 2020

Penulis

DAFTAR ISI





BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Setiap perusahan ataupun organisasi memiliki tujuan yang akan dicapai. Tujuan tersebut dicapai dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada. Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan ataupun organisasi dengan menunjukkan keunggulan yang kompetitif dan berpotensial dengan mengelola sumber daya manusia yang baik.Sumber daya yang dimiliki secara optimal berarti harus mengupayakan agar sumber daya manusia itu mampu dan mau bekerja secara optimal demi tercapainya tujuan yang diharapkan. Sumber daya manusia akan mau dan mampu bekerja dengan baik bilamana ditempatkan pada posisi jabatan dan sesuai menurut minat dan kemampuannya serta bisa memenuhi kebutuhannya dengan melakukan pekerjaan itu.
Sumber daya manusia harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing karyawan ataupun pekerjaanya agar mencapai tujuan yang diharapkan. Analisis dan pengembangan jabatan memang sangat penting dalam organisasi atau perusahaan untuk menempatkan sumber daya manusia pada suatu pekerjaan/jabatan tertentu. Pengembangan jabatan yang dilakukan harus dipandang sebagai cara untuk menanamkan pengetahuan dan pertimbangan yang diperlukan oleh para pekerja/jabatan untuk memenuhi tujuan strategis organisasi atau perusahaaan,dengan meyesuaikan kemampuan dari karyaan. Di antara keterampilan-keterampilan ini adalah memimpin, mengatasi perubahan-perubahan , membina dan menasihati para pekerja lain(bawahan), dan mengawasi kegiatan di organisasi atau perusahaan.
Di era serba digital sekarang ini sumber daya manusia bukan hanya memiliki jabatanbukan hanya pengetahuan yang handal mengenai teori yag didapat namun juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan agar tidak ketinggal. Dan terus meningkatkan kemampuannya. Maka demikian perlunya dilakukan pengembangat jabatan agar pekerja/jabatan dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik.

1.2 Rumusan Masalah

1.      Apakah yang dimaksud analisis pengembangan jabatan?
2.      Apa konsep analisis jabatan?
3.      Apa metode pengembangan jabatan yang dilakukan disuatu perusahaan atau organisasi?
4.      Apa uraian jabatan?
5.      Apa spesifikasi jabatan?
6.      Apa evaluasi jabatan?
7.      Apa tujuan analisis jabatan?
8.      Apa tujuan pengembangan jabatan?
9.      Apa manfaat analisis pengembangan jabatan?

1.3 Tujuan Masalah

1.      Untuk mengetahui pengertian analisis pengembangan jabatan
2.      Untuk mengetahui konsep analisis jabatan
3.      Untuk mengetahui apa metode pengembangan jabatan di suatu perusahaan ataupun organisasi
4.      Untuk mengetahui uraian jabatan
5.      Untuk mengetahui spesifikasi jabatan
6.      Untuk mengetahui evaluasi jabatan
7.      Untuk mengetahui tujuan dari analisis jabatan
8.      Untuk mengetahui tujuan dari pengembangan jabatan
9.      Untuk mengetahui manfaat analisis pengembangan jabatan


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Analisis dan Pengembangan Jabatan

Armstrong (2009:444) berpendapat bahwa: Analisis  merupakan proses pengumpulan, penganalisisan, dan penyusunan informasi tentang isi pekerjaan dalam rangka memberikan dasar bagi sebuah deskripsi pekerjaan dan data untuk perekrutan, pelatihan, evaluasi kerja, dan manajemen kinerja. Analisis pekerjaan berkonsentrasi pada apa yang diharapkan para pekerja untuk lakukan.
Pengembangan Jabatan menurut  adalah proses pembelajaran, meningkatkan kemampuan, kualitas baik secara materi maupun metode lainnya pada posisi atau kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seseorang dalam kerangka suatu satuan di suatu perusahaan ataupun organisasi.
Jadi pengertian analisis dan Pengembangan jabatan adalah proses pembelajaran untuk menentukan keterampilan-keterampilan, tugas-tugas, tanggung jawab, wewenang, dan pengetahuan yang dibutuhkan sesuai dengan kedudukan atau posisi yang dijalankan didalam suatu perusahaan ataupun organisasi.

2.2 Konsep Analisis Jabatan

2.3 Metode Analisis Jabatan Pengembangan jabatan

Analisis pekerjaan secara tradisional telah dilaksanakan dalam sejumlah cara yang berbeda akibat adanya perbedaan dalam hal kebutuhan organisasi dan sumber daya untuk melaksanakan analisis jabatan. Pemilihan atas metode tertentu harus didasarkan pada tujuan-tujuan penggunaan informasi (evaluasi pekerjaan, kenaikan bayaran. Pengembangan, dan sebagainya) dan penedekatan yang paling cocok untuk digunakan yaitu :
a)      Kuesioner
Kuesioner biasanya bisa digunakan dengan cepat dan eknomis. Analisis pekerjaan bisa memberikan kuesioner terstrukur kepada para karyawan yang mengidentifaksi tugas yang mereka jalankan. Beberapa karyawan cendrung membesar-besarkan signifikasi dari tugas-tugas mereka, mengemukakan lebih banyak tanggung jawab dari pada yang sesungguhnya ada.
b)      Observasi
Analisis pekerjaan mengamati karyawan dalam menjalankan tugas-tugas pekerjaan  dan mencatat hasil observasinya. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai pekerjaan-pekrjaan yang menekankan keterampilan manual, seperti operator mesin. Metode ini bisa juga membantu analisis mengidentifikasi kesaling berhubungan antara tugas-tugas fisik dan tugas-tugas mental. Mengamati analis financial dalam bekerja tidak akan mengungkap banyak hal mengenai persyaratan pekerjaan tersebut.
c)      Wawancara
Analisis mewawancarai karyawan dahulu untuk membantunya mendeskripsikan tugas-tugas yang dikerjakan. Analisis ini biasanya menghubungi supervisor untuk memperoleh informasi tambahan dalam rangka memeriksa ketepatan informasi yang diperoleh dari karyawan dan mengklarifikasi hal-hal tertentu.
d)     Catatan karyawan
Dengan metode ini masalah dimana para karyawan membesar-besarkan penteingnya pekrjaan mungkin dapat diatasi, pemahamam yang berharga mengenai pekerjaan-pekerjaan berspesialisasi tinggi, seperti trapis rekreasional.
e)      Deskriptis Naratif
Merupakan metode pecatatan apa yang dikerjakan setiap hari, setiap waktu yang digunakan, dan akhir pekerjaan dll. Selama berlangsungnya pekerjaan. Keuntungan dari metode ini antara lain: keuntungan waktu bagi analisis dalam mengumpulkan informasi mengenai jumlah dan beban dalam pekerjaan, karyawan dapat menulis dalam buku catatan berbagai tugas rutin tanpa menginterperstasikan pertanyaa. Metode ini tidak menimbulkan keengganan karyawan untuk berpartisipasi dalam wawancara pekerjaan.

2.4 Uraian Jabatan

Uraian jabatan merupakan suatu catatan yang sistematis mengenai tugas maupun tanggung jawab pada jabatan tertentu, ditulis berdasarkan fakta yang telah ada dan penting sekali untuk diuat yang nantiya akan berguna untuk : Untuk menghindari terjadinya perbedaan pemahaman, untuk menghindari terjadinya pekerjaan yang rangkap ( lebih dari satu pekerjaan) dan untuk mengetahui batas-batas tanggung jawab maupun batas wewenang pada setiap jabatan yang di duduki oleh pekerja.
Adapun beberapa hal yang harus dicantumkan dalam melakukan uraian jabatan biasanya :
1)      Mengidentifikasi jabatan, misalnya seperti : Nama dari jabatan, bagian jabatan dan kode jabatan yang ada di dlam perusahaan tempat bekerja
2)      Penjelasan mengenai jabatan yang di duduki
3)      Mengenai tugas yang dikerjakan pada jabatan tersebut
4)      Mengenai hubungan dengan jabatan lain
5)      Pengwasan yang perlu dilakukan
6)      Peralatan yang digunakan atau diperlukan pada jabatan tersebut
7)      Keadaan lingkungan bekerja

2.5 Spesifikasi Jabatan

Spesifikasi jabatan merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pekerja yang akan menduduki suatu jabatan, agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan maksimal. Adapun beberapa hal yang perlu dimasukkan ke dalam spesifikasi jabatan diantaranya yaitu :
1)      Persyaratan mengenai minimal pendidikan, pelatihan dan pengalaman kerja yang dimiliki
2)      Persyaratan mengenai wawasan dan kemampuan apa saja yang dimiliki
3)      Persyaratan mengenai jenis kelamin dan umur
4)      Persyaratan mengenai kesehatan seperti fisik dan mental

2.6 Evaluasi Jabatan

Evaluasi jabatan adalah sebuah analisa untuk memberikan nilai (pembobotan) dari sebuah pekerjaan. Evaluasi Jabatan dilakukan karena banyak perusahaan, kesulitan dalam menentukan peringkat gaji para karyawannya, terutama untuk perusahaan besar yang memiliki banyak karyawan dan banyak jabatan, diperlukan pengaturan yang lebih jelas lagi, terutama dalam hal pemberian gajinya, tentu kita tidak ingin, para karyawan pada jabatan yang mempunyai kompleksitas tinggi akan mempunyai gaji yang sama dengan para karyawan pada jabatan yang tingkat kompleksitasnya rendah, tetapi jika ini terjadi maka perusahaan akan mengalami penurunan yang tinggi terutama untuk karyawan pada jabatan yang kompleksitasnya lebih tinggi. Untuk menghindari hal itu maka perusahaan mengatur gaji para karyawannya berdasarkan jabatan masing-masing.
Metode yang sering digunakan oleh perusahaan ketika melakukan evaluasi jabatan, metode-metode itu dapat dijelaskan sebagai berikut :
1)      Metode Rangking (Rangking Methode)
Metode rangking memang simple atau praktis, yaitu hanya dengan membandingkan setiap jabatan yang ada didalam organisasi perusahaan, dengan melihat kemampuan yang dipersyaratkan, (fisik dan mental), tanggung jawab dan kondisi pekerjaan.
Metode ini sebaiknya digunakan untuk mengevaluasi jabatan yang jumlahnya tidak banyak, maksimal 30 Jabatan.
2)      Metode Klasifikasi ( Classification Methode)
Metode klasifikasi ini adalah dengan menempatkan jabatan-jabatan pada grade atau kategori tertentu yang telah dibuat sebelumnya atau yang sudah menjadi standar, kemudian dibandingkan apakah sudah sesuai atau tidak, dan proses terus dilakukan sampai betul-betul sesuai. Metode ini lebih mudah dari metode rangking namun kemungkinan ada kesulitan jika menemukan jabatan yang diluar kategori atau standar atau terpaksa mengilangkan jabatan karena tidak ada kategorinya.
3)      Metode Perbandingan Faktor
Metode ini membandingkan faktor-faktor suatu jabatan yang biasanya dikompensasi dan jumlah faktor yang dibandingkan tidaklah banyak, biasanya 4 atau 5 faktor, dan biasanya yang dibandingkan adalah kemampuan, effort (fisik dan mental), tanggung jawab dan kondisi pekerjaan. Karena dalam metode ini yang dinilai adalah faktor-faktor yang bisa dikompensasi maka kita harus mampu mempunyai data apa saja yang dapat dikompensasi serta harus mempunyai rentang antara batas bawah (terendah) dan batas atas (tertinggi). Semakin tinggi nilai kompensasinya semakin tinggi bobot/nilai jabatan itu.
4)      Metode Point
Metode ini memberikan point tertentu kepada faktor-faktor suatu jabatan seperti kemampuan, effort (fisik dan mental), tanggung jawab dan kondisi pekerjaan, kemudian seluruh hasil penilaian pada setiap faktor, dijumlahkan sehingga didapat jumlah total point tertentu, semakin tinggi jumlah pointnya semakin tinggi juga nilai jabatannya.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam memilih metode evaluasi jabatan ini, yaitu : Dapat dan mudah dimengerti oleh orang lain,dapat diterima oleh setiap orang, diaplikasikan untuk semua jenis jabatan atau berlaku umum dan meminimalkan terjadinya debat kusir diantara para evaluator.

2.7 Tujuan dari Analisis Jabatan

Analisis jabatan perlu dilakukan sebelum pengembangan jabatan , ada beberapa tujuan yang diperoleh dengan mengadakan analisis jabatan yaitu :
1)      Memperoleh tenaga kerja pada posisi jabatan yang tepat
2)      Memberikan kepuasan pada diti tenaga kerja atas jabatan yang diperoleh
3)      Menciptakan kondisi kerja yang kondusif.[2]

2.8 Tujuan dari Pengembangan Jabatan

Analisis dilakukan untuk membantu pengembangan jabatan sumber daya manusia di suatu perusahaan, dengan mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang jabatan yang akan diduduki oleh seorang karyawan agar melaksanakan pekerjaanya,  tujuannya yaitu :
1)      Pengadaan tenaga kerja. Pengembangan jabatan merupakan standar personalia yang digunakan sebagai pembanding para calon tenaga kerja. Isi spesifikasi jabatan akan memberikan dasar pembentuk prosedur seleksi nantinya.
2)      Pelatihan. Isi uraian dan pekerjaan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan, khususnya dalam hal program pelatihan dan pengembangan jabatan sumber daya manusia.
3)      Evaluasi kinerja. Persyaratan-persyaratan dan uraian jabatan dapat dinilai sebagai dasar untuk menentukan nilai pegawai dalam pemberian kompensasi yang layak.
4)      Penilaian prestasi. Untuk menentukan apakah pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik maka deskripsi jabatan akan sangat membantu untuk pemilihan sasaran pekerjaan.
5)      Promosi dan transfer pegawai. Informasi dan data pegawai akan membantu proses pengambilan keputusan sebagai dasar progrsm promosi dan transfer pegawai.
6)      Organisasi. Informasi data yang dimiliki dapat pula membantu manajemen untuk mengetahui sejauh mana tujuan dan sasaran organisasi tercapai. Hal ini untuk mengindikasikan ada tidaknya yang perlu diubah dalam suatu organisasi.
7)      Induksi. Uraian jabatan sangat berguna, terutama pada pegawai baru, untuk tujuan orientasi karena akan memberikan gambaran pada pegawai baru tentang pekerjaan yang harus dilakukan.
8)      Konsultasi. Informasi jabatan akan bermanfaat bagi pemberian konsultasi baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja tetapi merasa tidak sesuai dengan jabatan yang ada sekarang.[3]

2.9 Manfaat Analisis Pengembangan Jabatan

1)      Memberikan pedoman (aturan) terperinci untuk pencarian dan penyaringan pekerja.
2)      Memberikan gambaran garis besar mengenai kesempatan kerja, dan dengan demikian bermanfaat dalam penyuluhan dan nasehat jabatan. Termasuk nasehat untuk orang tua dan orang-orang cacat.
3)      Memberikan dasar untuk program latihan.
4)      Memberikan saran untuk penguraian jabatan, menunjukkan jabatan yang sesuai bagi pekerja yang tepat bagi pekerja yang mempunyai kecakapan khusus hingga dapat dimanfaatkan dengan baik.
5)      Memberikan saran untuk penyederhanaan pekerjaan, khususnya andaikata deskripsi jabatan itu paralel dengan kajian gerakan dan waktu.
6)      Memberikan sistem penilaian jabatan dalam administrasi upah dan gaji, perbandingan-perbandingan relatif mengenai bermacam-macam jabatan dapat disusun berdasarkan deskripsi jabatan tersebut.
7)      Membantu memperbaiki semangat kerja dengan cara mempengaruhi pekerja itu mengenai pentingnya jabatan dan membantu menetapkan kompensasi yang adil.
8)      Deskripsi jabatan penting dalam perencanaan perubahan dalam organisasi dan reorganisasi.
9)      Membantu memperbaiki adminisrasi dan supervisi dan hubungan-hubungan jabatan terhadap jabatan.
10)  Bermanfaat dalam program keselamatan, menunjukkan tindakan-tindakan yang berbahaya, dan menyarankan perubahan dalam pelaksanaan.
11)  Para pimpinan organisasi dapat memanfaatkan deskripsi jabatan tersebut, karena deskripsi jabatan tersebut berguna sebagai dasar untuk mengadakan evaluasi jabatan, menetapkan standar hasil pekerjaan, menilai hasil pekerjaan personalia perseorangan, dan menganalisa pemanfaatan tenaga kerja, lebih jauh,  deskripsi jabatan itupun berguna sebagai alat rekayasa manajemen.[4]


BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Jadi pengertian analisis dan Pengembangan jabatan adalah proses sistematis untuk menentukan keterampilan-keterampilan, tugas-tugas, tanggung jawab, wewenang, dan pengetahuan yang dibutuhkan sesuai dengan kedudukan atau posisi yang dijalankan didalam suatu perusahaan ataupun organisasi. Dengan melakukan uraian jabatan, spesifikasi jabatan dan evaluasi jabatan makan pengembangan jabatan akan berjalan dengan baik.

3.2 Saran

Dari tugas makalah ini, banyak hal yang dapat kita pelajari. Seperti halnya yang sudah kami harapkan dan sampaikan pada kata pengantar tugas makalah ini, yaitu semoga dengan terselesaikannya makalahh ini dapat menambah wawasan kita dan peahaman kita mengenai Analisis Jabatan.
              Serta harapan dengan mempelajari Analisis Jabatan maka kita bisa mengetahui kegunaan dan manfaat dari analisis jabatan, spesifikasi jabatan, dan deskripsi jabatan. Semoga kita lebih memahami apa itu analisis jabatan.





DAFTAR PUSTAKA



Mathis, Robert. L dan Jackson, John H. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Pertama-Jakarta: Salemba Empat.
Mathis, Robert. L dan Jackson, John H. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Pertama-Jakarta: Salemba Empat.
http://makalainet.blogspot.com/2014/01/analisis-jabatan.html?m=1








[1] http://makalainet.blogspot.com/2014/01/analisis-jabatan.html?m=1
[2] http://makalainet.blogspot.com/2014/01/analisis-jabatan.html?m=1
[3] Mathis, Robert. L dan Jackson, John H. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Pertama-Jakarta: Salemba Empat.
[4] http://makalainet.blogspot.com/2014/01/analisis-jabatan.html?m=1